JURNAL LUXNOS

Mengapa λύχνος (LUXNOS)?

Kata λύχνος diartikan pelita. Berdasarkan kemunculannya dalam Alkitab, kata ini digunakan atau dapat dipahami secara literal dan secara metafora. Dalam konteks Perjanjian Lama, istilah pelita merupakan metafora yang digunakan secara umum untuk menunjukkan: (1) kehidupan keturunan yang terpelihara (2 Sam. 21:17 – LXX); (2) sumber bantuan ilahi (Ayb. 29: 3 – LXX), dan (3) Hukum (Mzm. 119:105 – LXX). Sedangkan dalam Perjanjian Baru, Yesus menggunakan kiasan dari sebuah realitas: untuk memberikan cahayanya, pelita harus diletakkan di atas kaki dian. Pada Matius 5:15 tampaknya menegaskan tentang para murid harus memberikan kesaksian di depan umum, meskipun referensi untuk pelayanan Yesus sendiri tidak dikecualikan. Dalam Lukas 11:34, Yesus menyebut “mata adalah pelita tubuh”. Mata harus terbuka bersama terang Injil supaya dapat berdampak baik kepada semua anggota tubuh yang lain. Nasihat dalam Lukas 12:35 menyajikan pelita menyala sebagai simbol kesiapan. Pada Lukas 15: 8, wanita yang kehilangan sepuluh koin memerlukan  pelita untuk mencarinya. Dalam Yohanes 5:35, Yesus menghormati Yohanes Pembaptis dengan menyebutnya “pelita yang menyala”; meskipun dia tidak bisa disebut cahaya itu sendiri (lih. 1: 8), tetapi ia telah memberikan kesaksian tentang itu. Wahyu 11: 4 menjelaskan dua saksi kaki dian  (pelita) (lih. Zak 4:. 2, 11), sedangkan ketujuh jemaat, tujuh kaki dian (pelita) yang terbuat dari emas di 1: 12-13 dll (lih. Zak 4 dan Gunung 5.: 15), dan Anak Domba sendiri adalah pelita kota surgawi di 21:23. Di Ibrani 9: 2 mengacu pada kaki dian (pelita) dalam “Kemah Suci”, dan 2 Petrus 1:19 menyebut kata profetik tentang pelita yang bersinar di tempat gelap hingga fajar menyingsing.Melihat penggunaan kata λύχνος dalam Alkitab, maka dapat kita mengerti bahwa kata ini tidak hanya berarti pelita dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi secara metafora juga dapat berarti Firman Tuhan, Kesaksian, dan hal-hal yang memiliki kaitan dengan Penyataan Ilahi. Sehingga ketika nama λύχνος dipilih untuk JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA, maka diharapkan bahwa setiap tulisan yang termuat di dalam jurnal ini dapat menjadi kesaksian atau kabar baik bagi dunia, menjadi peringatan untuk tetap waspada terhadap pengajaran serta ajaran sesat, menjadi hukum yang akan terus membimbing setiap pembaca untuk berjalan di jalan yang benar dan menjadi pelita yang senantiasa memancarkan cahayanya di dalam kegelapan, baik kegelapan rohani maupun kegelapan pengetahuan. Seperti yang tertulis dalam Lukas 12: 35, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala”.

Adi Putra, M.Th.

DAFTAR JURNAL TELAH TERBIT

LUXNOS Volume 1.1 2016
LUXNOS Volume 2.2 2016
ATURAN PENULISAN JURNAL LUXNOS STT PELITA DUNIA

[googleapps domain=”drive” dir=”file/d/1zW6o6OpLdfC0aUTkfltG0pNpBGkLvgnu/preview” query=”” width=”700″ height=”700″ /]